Minggu, 01 Januari 2012

CERDAS CERMAT

Dito namaku, kelas satu SMP. Usia yang bisa dibilang bukan anak kecil lagi. Kata mama selepas SD mestinya aku harus mulai punya tanggung jawab,mulai mandiri.Sebenarnya menu tiap hari pasti merdengar nasehat ortu mulai dari berpakaian,bergaul sampai hal detil siapkan perlengkapan sekolah sebelum tidur, pagi hari tas tinggal angkat.

Masih sangat pagi aku harus segera berangkat bersama ayah.Belum boleh aku naik sepeda,kata ayah semester dua aku baru boleh.Tentu aku tidak tau alasannya yang pasti aku menduga ibuku belum tega melepaskan aku yang sering ceroboh.

Pernah aku naik sepeda kelas enam menjelang ujian,karena tertabrak becak harus menjalani perawatan yang lama sampai ujian pun belum sembuh.Karena itu aku memaklumi.Saatnya nanti pasti aku diperbolehkan.

Hari sial bagiku.Tadi malam aku terlalu asyik menonton tv, sepak bola kesukaanku.Aku iri bayaran bintang sepak bola yang jutaan.Memangnya mereka tidak sekolah? Tapi aku bisanya nonton bukan main bola.Siapa yang mau nggaji? tak kusadari sangat menyita waktu belajarku sampai lupa tugas bahasa Indonesia.

Dalam perjalanan ke sekolah aku diam malas cerita sama papa.Repotnya cerita dikit yang tidak sesuai pasti berbuah kemarahan.Mending diam apalagi baru kuingat ada tugas yang belum kuselesaikan .Bisa mampus dengar papa,minimal uang saku ditahan.Payahlah.

Benar dugaanku,di kelas ketahuan siapa-siapa yang tidak mengerjakan tugas.Aku dimarahi dengan kata-kata yang menyinggung,

“Kenapa tidak mengerjakan,memangnya kamu disuruh orang tua cari uang,sampai lupa tugas?Lihat,mereka yang tidak punya tangan saja bisa berprestasi,kamu? Apa yang kurang? Bu Ratna memang marah,tetapi kalao direnungkan marahnya malah menjadi motivasi.

Malamnya mata tak kompromi diajak tidur,apa yang harus kulakukan?Mau marah ke guru memang iya,melanggar,mau mengerjakan tugas mata berkunang-kunang.Itukah hukuman orang bersalah?Serba tidak enak.

”Nak………….ada apa ?,Mengganggu amat kok belum tidur,apa yang kau pikirkan?”

Beruntung bukan papa,wah bisa heboh kalau ketahuan melanggar,

“I……iya ma,guruku memarahiku gara-gara disuruh maju ndak bisa”Memangnya tugas Dito disuruh apa?”“Dito disuruh membaca cerita di rumah,kemudian menceritakan kembali di depan teman-teman”

Mama kemudian menasehatiku kali lain tidak boleh melupakan tugas.Sebagai anak lelaki harus berani tanggung jawab.Tidak mengapa lupa asal segera melapor dan meminta maaf,bukan menyesali berlarut-larut. Apalagi sampai tidak bisa tidur,apa yang terjadi?Badan menjadi lesu,marah dan semua tidak ada yang menarik.Serasa ingin marah dan marah.

Benar juga kata mama, okelah aku harus segera menebus kesalahanku.Aku berdoa.Ya Tuhan berilah kemudahan untuk tidur pulas malam ini,agar aku bisa bangun pagi dan mampu mengerjakan tugas dengan baik.Amin

Pukul lima pagi alarm hp berbunyi,eit puji syukur Tuhan segar badanku.Setelah selesai berdoa,segera kuambil sebuah cerita dari sebuah majalah .Kubaca pelan-pelan,kuulangi sampai tiga bahkan empat kali.Kuingat kembali Bu Ratna menjelaskan,bacalah cerita,tulis inti dan ceritakan kembali.Kuikuti langkah-langkah itu dan aku bisa.Rasanya malah tidak ada yang sulit,bahkan mudah dan aku menyukai juga.Kejengkelan telah hilang dan aku harus berani menghadapi Bu Ratna.

Pukul tujuh bel telah berbunyi, jam pertama sungguh mendebarkan, pelajaran bahasa Indonesia.Lho………..kenapa menjadi takut?kenapa aku ?Terdengar bunyi sepatu guruku semakin dekat,itu artinya aku harus segera menghadap.Aku harus berani,harus berani.

“Selamat pagi anak-anak”

“Selamat pagu bu”,serentak semua menjawab,serasa halilintar membelah bumi.

“Anak-anak …..pagi ini silahkan melanjutkan tugas kemarin,maju satu persatu bercerita”Awalnya memang tidak nyaman,tetapi bila dibiasakan kalian akan merasa senang,bukankah di tv banyak anak seusiamu berani berbicara di hadapan orang banyak?”

Segera aku maju menghadap guruku,meski terhuyung-huyung dan takut.”Dito……….silahkan,bagus kamu maju tanpa ditunjuk”Sungguh kalimat lembut dan senyum buRatna membuatku mampu menghiburku.Karena itu PD aja dan aku mampu bercerita dengan lancar.Tepuk tangan riuh dari teman-teman.

“Dito……….hebat kamu,Dito telah membayar kesalahan kemarin dengan hasil yang lebih baik,Selamat ya”

Seminggu kemudian ,saat istirahat tiba Adin berlari-lari kearahku.”Dit….Dito,dengarlah kamu,Rina dan aku,Adin terpilih oleh dewan guru untuk mengikuti lomba cerdas cermat di tingkat Kota.Bertiga setiap pulang sekolah di drill,hampir semua materi,kecepatan mengerjakan matematika,fisika.Menghafal biologi dan percobaa-percobaan yang disampaikan melalui presentasi.

Persiapan lomba hampir setiap hari,melelahkan memang.Namun guruku tak lelah mengajari murid-murid menerangkan dari hal umum ke khusus atau sebaliknya..

Bertiga sepanjang hari membuat persahabatan yang kompak,pembagian materi aku bisa matematika,Adin Fisika dan Rina tekun dalam biologi. setiap saat guru-guru bergantian memberi motivasi dan membimbing kami terutama dalam eksperimen elektro terus-menerus dipantau..Heran bertiga seakan tak ada masalah yang berarti,itu membuat percaya diri tim bisa tunbuh,latihan berbagi soal juga lancar,dan mudah-mudahan sukses.

Menjelang lomba ada tiga guru yang mengantar,kami di cek alat-alat yang harus dibawa.Rasanya tidak ada lagi yang tertinggal.Penemuan elektro yang mampu menebak tanggal lahir orang lain pun telah kami siapkan.

Lomba dimulai,.Kutenangkan dulu,menghela nafas dan sebelum menjawab kusim,ak baik-baik perintahnya.Rina memang sehari-harinya sudah pandai berbicara,karena itu tak ada kesulitan menjelaskan jawaban tim. ada tepuk tangan,lega respon dari penonton membuat aku nyaman mengikuti cerdas cermat ini dan lancar sampai selesai.

Suasana penghitungan sangat mendebarkan,aku tidak berharap banyak,karena baru sekali ini ikut lomba.Aku baru sadar karena Bu Ratna sering menugasi murid-murid maju ,maka tim kami menjadi berani tampil.

Terdengar penjumlahan telah selesai dan tim kami sekonyomg-konyong disebut.Aku tak percaya.Saat itu juga teman-temanku memberi ucapan selamat meski aku masih terbengong-bengong.Bu Umi guru Fisika kami segera menyalami kata beliau tim kami telah mendapat juara pertama.

Mernjadi juara pertama,kalian tidak berhenti disini,kalian mendapat tugas selanjutnya mewakili kota maju berlaga di tingkat propinsi .Oke tobe ready

AMINI FARIDA

GURU SMP NEGERI 3 MADIUN

1 komentar: